5 Prinsip Bisnis Sahabat Utsman yang Patut Diteladani Untuk Memulai Usaha Agar Sukses Dunia Akhirat

Saat ini ada berbagai macam bidang usaha dan peluang bisnis yang bermunculan dan melahirkan banyak wirausahawan baru di Indonesia. Munculnya berbagai macam peluang usaha dan bisnis dengan modal kecil membuat banyak orang untuk mencoba membangun usahanya sendiri. Bagi wirausahawan muda atau yang baru terjun ke dunia bisnis, mencari keuntungan yang banyak dengan waktu yang singkat sering menjadi target utama mereka.

Ada banyak pelaku bisnis dan usaha kecil menengah tidak hanya membuka toko offline yang ada fisiknya saja, tetapi juga membuat toko online virtual di internet yang dapat menjangkau banyak orang. Bahkan ada beberapa pengusaha online yang memiliki penghasilan sangat fantastis.

Memulai sebuah usaha bukanlah suatu hal yang mudah. Jika ingin mencapai sebuah kesuksesan, maka akan ada banyak tantangan dan masalah yang harus diatasi secara baik dan tentu saja dengan bijak. Ketika setiap masalah yang datang ke dalam bisnis mampu dihadapi dengan sempurna, maka kesuksesan akan diraih dengan sangat mudah.

فهد القاسم on Twitter

سئل عثمان بن عفان رضي الله عنه عن سر غناه، قال: كنت أعالج ، وأُنمي، ولا أزدري ربحاً ، ولا أشتري شيخاً، وأجعل الرأس رأسين . معناها يتبعها..

Dalam Islam, berbicara bisnis bukan soal untung rugi saja, tapi juga menyangkut halal haram dan keberkahan rezeki. Berikut ini 5 prinsip bisnis Sahabat Utsman bin Affan RadhiAllahu’anhu yang sangat layak untuk diteladai.

1. Terjun dan Mengawasi Bisnis Secara Langsung

Photo by StartupStockPhotos on Pixabay

Sahabat Utsman tidak mewakilkan usahanya kepada orang lain, beliau terjun langsung dalam bisnisnya. Apalagi saat bisnisnya baru berdiri, Utsman tidak memilih untuk menggaji banyak orang, sehingga ia tumbuh menjadi seorang leader yang punya pengalaman dari nol.

Seorang pemimpin harus mengetahui hal-hal dasar dalam mengelola bisnis sejak awal berdiri. Ketika nanti mempunyai karyawan banyak, dia tahu bagaimana cara menyelesaikan permasalahan yang mucul, atau bisa mengetahui jika ada gelagat mencurigakan dari karyawannya, karena dia telah mengalaminya hal yang sama saat awal mula bisnis ia tangani sendiri.

Selain itu, dia akan punya banyak kenalan jika terjun langsung di bagian pemasaran. Semakin banyak relasi akan semakin mudah bisnis berkembang. Baru setelah bisnis mulai berkembang carilah orang lain untuk menjalankan, tapi jangan lupa untuk melakukan kontroling.

2. Keuntungan yang didapat untuk tambahan modal

Photo by ASSY on Pixabay

Uang dan keuntungan yang datang tiba-tiba dalam jumlah besar terkadang menjadi salahsatu penyebab para pengusaha hilang kendali di awal bisnisnya. Kepingin langsung beli ini, beli itu, jalan-jalan ke berbagai destinasi wisata, dan lainnya. Padahal dunia dagang dan bisnis adalah ranah yang penuh ketidakpastian. Ramai hari ini belum tentu ramai esok hari, untung hari ini jika tidak dikelola dengan baik bisa jadi penyebab rugi di lain waktu.

Sahabat Utsman tidak mengambil semua keuntungan untuk perlaku yang konsumtif, beliau membaginya; sepertiga untuk modal, sepertiga untuk keperluan pribadi, dan sepertiga untuk disedekahkan. Sedekah ini sangat ajaib, ada kisah dalam sebuah Hadist Nabi tentang seseorang yang kebunnya disirami air hujan, sedangkan kanan kirinya tidak dihujani.

Ketika ditanya apa istimewanya Anda, dia jawab; saya tidak mengambil semua keuntungan dari kebun ini, sepertiga untuk tambahan modal sehingga modalnya bertambah besar dan berkembang usahanya, sepertiga untuk saya nikmati dan mencukupi kebutuhan, dan sepertiga saya sodaqahkan.

Seorang pengusaha seharusnya tidak egois dan harus sadar bahwa kalau sebagian harta yang dimilikinya ada hak atas orang lain.

3. Tidak pernah meremehkan keuntungan meski hanya sedikit

Photo by TayebMEZAHDIA on Pixabay

Seberapapun rezeki yang didapat, itu patut untuk disyukuri, orang yang bersyukur pasti akan ditambah rezekinya. Dalam berdagang jangan pernah meremehkan keuntungan meskipun untung kecil atau sedikit, dari yang sedikit itu jika dikalikan banyak maka akan banyak pula hasilnya. Untung sedikit tidak masalah, kalau bisnis kita lancar, perputaran uang akan berjalan cepat dan keuntungan yang kita dapat juga akan melimpah.

Pelanggan juga akan senang jika mendapat barang yang mereka inginkan dengan harga yang murah, apalagi jika ingin dijual kembali. Para pelaku bisnis online, khususnya reseller atau dropship pasti akan mencari supplier dengan harga yang murah.

4. Tidak menjual dan membeli barang yang sudah usang atau stok lama

Photo by Markus Spiske on Pixabay

Setiap pembeli pasti menginginkan barang yang baru, beli apapun pasti milihnya yang stock terbaru. Mau beli sayuran saja pasti milihnya stok yang terbaru. Apalagi kalau bisnis di bidang fashion, setiap hari selalu muncul model terbaru. Kalau stok baju tidak mengikuti update, pasti tidak laku.

5. Membagi modal yang ada menjadi dua

Photo by Mohamad Trilaksono on Pixabay

Modal yang ada tidak digunakan untuk mendirikan satu usaha, misal mau bisnis di bidang fashion, punya modal 100 juta. Uang yang ada tidak untuk dibelikan baju semuanya, tapi dibagi dua. 50 juta untuk bisnis fashion dan 50 juta lagi untuk bisnis di bidang lain. Sehingga jika salahsatu bisnis rugi, masih ada bisnis yang bisa diandalkan untuk menutup kerugian.

Itulah 5 prinsip dagang ala Sahabat Utsman bin Affan, salahsatu sahabat nabi yang kaya raya dan dijamin masuk surga. Tapi perlu diperhatikan, meski langkah-langkah kita sudah sesuai cara diatas, kekayaan yang diperoleh tidak akan bisa sama, karena ketaqwaan Sahabat nabi tidak sebanding dengan ketaqwaan kita.

Untuk lebih jelasnya tonton video kajian bisnis berikut ini:

Bagaimana pendapatmu?

99 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

comments

Cukup 30 Detik, Begini Cara Membungkus Kado Dengan Cepat dan Rapi

13 Game Offline Terbaru Gak Pake Kuota ini Seru Abis